Sepeda motor pertama di dunia lahir di jerman pada tahun 1885 oleh Gottlieb Daimler dan Wilhem Maybach, tapi pada waktu itu sepeda motor rancangan Daimler dan Maybach belum dijual untuk umum. Sepeda motor dengan produksi masal pertama yang dijual untuk umum muncul tahun 1893 yang dibuat oleh pabrik motor Hildebrand und Wolfmuller di Muenchen Jerman.
Sepeda motor ini pertama kali keluar dari jerman pada tahun 1895 ketika seorang pemain sirkus asal perancis membawanya ke New York, Amerika Serikat. Sepeda motor ini menggunakan rantai dan roda belakang yang digerakan langsung oleh kruk as, memiliki dua silinder empat katup berpendingin air dengan mesin berkapasitas 1500cc dengan bahan bakar bensin. Sepeda motor ini mampu menghasilkan energi 2,5 tenaga kuda pada 240rpm.
Pasca perang dunia kedua, sepeda motor buatan Jepang mulai mengalahkan popularitas sepeda motor buatan Eropa dan Amerika. Sepeda motor buatan Jepang terkenal lebih murah dan mudah dalam segi perawatan dan penggunaan, selain itu kapasitas silinder sepeda motor Jepang yang umumnya jauh dibawah kapasistas sepeda motor Eropa dan Amerika membuat sepeda motor buatan Jepang menjadi semakin diminati karena hemat dalam konsumsi bahan bakar.
Sepeda motor di Indonesia pertama kali dimiliki oleh seorang berkebangsaan Inggris bernama John C. Potter, seorang masinis pertama di pabrik gula Oemboel, Probolinggo, Jawa Timur, pada tahun 1893. dalam buku De Duivelswagen, dikisahkan bagaimana Potter memesan sendiri sepeda motor miliknya ke pabrik pembuatannya di Hildebrand und Wolfmuller di Muenchen, Jerman. Pada masa itu sepeda motor kerap digunakan sebagai alat operasional mandor perkebunan tebu dan pejabat pemerintahan di wilayah perkotaan.
Saat ini sepeda motor menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia, ragamnya pun bervariasi, mulai dari underbone atau motor bebek, matic, niaga, hingga sport.
Teks: Michael Yuli Aryanto
