Pada saat itu mobil merupakan barang mewah yang harganya mahal, karena perakitannya dilakukan secara manual satu per satu. Terobosan besar dilakukan oleh Henry Ford pada tahun 1910 dengan menciptakan system perakitan mobil dengan model ban berjalan. Sistem ini membuat harga produksi mobil dapat ditekan sehingga harganya menjadi murah dan dapat menjangkau semua lapisan masyarakat.
Mobil pertama di Indonesia dimiliki oleh Pakubuwono X yang berasal dari Solo pada tahun 1894 bermerek Benz asal Jerman, dengan mesin berkapasitas dua liter yang menghasilkan lima tenaga kuda. Mobil seharga sepuluh ribu gulden itu menjadi kebanggan tersendiri bangsa Indonesia pada masa itu.
Industri otomotif Indonesia dimulai ketika tahun 1920 ketika General Motors mendirikan pabrik perakitan Chevrolet di Tanjuk Priok pada tahun 1955, hingga keputusan pemerintah Indonesia untuk mendatangkan mobil-mobil dari luar negeri untuk mendukung pelaksanaan Konferensi Asia-Afrika di Gedung Merdeka di Bandung, Jawa Barat. Beberapa jenis mobil yang didatangkan adalah Belvedere, Opel Kapitan, dan Opel Kadett.
Mobil Jepang mulai memasuki pasar Indonesia pada tahun 60-an, dimulai dari Toyota Landcruiser yang dibeli oleh departemen transmigrasi, koperasi, dan pembangunan masyarakat desa. Dari situlah kemudian mobil-mobil Jepang menjadi semakin diminati oleh masyarakat Indonesia.
Indonesia saat ini telah menjadi salah satu negara dengan industri otomotif terbesar di Asia Tenggara. Produk mobil rakitan Indonesia pun telah diekspor ke berbagai negara di berbagai belahan dunia dan telah membawa nama besar industri otomotif indonesia.
Teks: Michael Yuli Aryanto
